Keberkahan Alam dan Kesadaran Lingkungan

Keberkahan Alam dan Kesadaran Lingkungan

Selong, Menghadiri tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia pada Senin (19/10), Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memuji keberkahan alam dan kepedulian lingkungan masyarakat setempat.

​Melewati tepian aliran sungai dalam perjalanan menuju lokasi acara, Bupati melihat sungai yang airnya mengalir sepanjang musim. Menurutnya, hal ini merupakan wujud keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat Sambelia. Oleh karena itu Gawe Adat Selametan Otak Reban yang digelar tersebut adalah momen syukur bersama.

Bupati pun membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah lain di Lombok Timur, di mana hampir 11 kecamatan saat ini sedang mengalami kekeringan, sementara desa Sambelia tidak terdampak. Hal itu menurutnya tidak lepas dari kepedulian lingkungan masyarakat Sambelia yang tidak merusak alam maupun merusak pohon secara liar. 

Selain sebagai bentuk kesyukuran dan silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan Bupati dapat menjadi momen penyampaian aspirasi, baik dari masyarakat Sambelia maupun para kepala desa. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan untuk dilayani oleh masyarakat, melainkan untuk melayani masyarakat. "Pemerintah harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya," terangnya.

Sementara itu Kepala Desa sekaligus Ketua Adat Sambelia H. Moh. Kahar, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati. Ia mengungkapkan bahwa para petani merasa sangat bahagia tidak hanya karena kehadiran Bupati melainkan pula karena Selametan Otak Reban menandai dimulainya masa pengelolaan lahan dan penebaran benih, khususnya untuk musim tanam padi.

​Ia juga menyampaikan beberapa aspirasi dan keluhan dari masyarakat, khususnya para petani di desa Sambelia. Salah satunya adalah perlunya peningkatan jalan usaha tani.  

Sempat pula disinggungnya potensi pengairan dan kawasan sungai setempat. Selain dimanfaatkan untuk irigasi sawah, bantaran sungai saat ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar wilayah Sambelia.

​Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim secara simbolis.