Cegah Kekerasan Seksual dan Fisik di Lingkungan Ponpes
- Senin, 05 Oktober 2026 - 11:03:03 WIB
Selong, Bupati Kabupaten Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pesantren bukan sekadar wadah menimba ilmu pengetahuan umum dan agama, khususnya Islam, tetapi juga tempat memahami isi Al-Qur'an, mempelajari adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam. Hal itu disampaikannya saat membuka Bedah Buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren, Senin (5/10).
Bupati juga memuji pihak pesantren yang menerbitkan buku mengenai isu sensitif tersebut, terlebih sejauh ini belum ada ponpes lain yang mengambil langkah serupa. Menurutnya, tindakan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual maupun fisik di lingkungan ponpes Thohir Yasin.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengutip petikan Surah Al-Baqarah yang mengingatkan agar manusia tidak berbuat sesuka hati, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Ia menjelaskan bahwa maknanya adalah sesama manusia harus saling menghargai. Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, perundungan verbal, maupun caci maki. Bupati bersyukur hal-hal tersebut tidak terjadi di ponpes ini, sesuai dengan harapan para orang tua.
"Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut," ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku Joko Jumadi yang menulis buku tersebut dan berharap dapat menjadi penular semangat positif. Ia pun berharap kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di ponpes-ponpes lainnya di Lotim.
Lebih lanjut Bupati mengingatkan bahwa buku yang telah dicetak ini wajib dipelajari dan dipahami oleh para ustadz, guru, pemangku kepentingan, santri, hingga wali santri demi menjaga anak-anak mereka. "Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak," kata Bupati.
Ia menambahkan bahwa kapabilitas narasumber yang mengisi acara bedah buku ini sudah tidak diragukan lagi. "Pemda Lotim sangat mengapresiasi dan menyambut baik acara ini," ujar Bupati, bahkan begitu melihat selebaran (flyer) acaranya, Bupati mengaku langsung memutuskan untuk hadir. Ia berharap buku yang disajikan tersebut dapat dipraktikkan dan diresapi oleh semua pihak.
Bedah buku yang diselenggarakan di gedung rektorat Ma'had Aly Thohir Yasin turut dihadiri pula oleh Sekda, Ketua Yayasan, Tuan guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustad-ustadzah, kemenag, serta para santri.
