Keterampilan Sesuai Kebutuhan Pasar
- Selasa, 08 September 2026 - 12:31:32 WIB
Selong, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi sangat bermanfaat dan menjadi langkah yang sangat positif bagi para peserta. Menurutnya, lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan praktis, sehingga melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan dibekali keahlian yang nyata. Hal itu disampaikannya pada Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026, Selasa (8/9).
Bupati juga menegaskan bahwa ke depan jenis pelatihan atau keterampilan yang diberikan kepada para peserta harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi daerahnya. Pihaknya menekankan agar penyelenggara tidak hanya berfokus pada pelatihan yang sama terus-menerus. Karena itu dibutuhkan pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat yang menyesuaikan latar belakang serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) di lingkungan tempat tinggal peserta. Bupati mengingatkan penyedia pelatihan perlu jeli melihat peluang.
Selain itu, Bupati menekankan bahwa keterampilan yang diasah harus selaras dengan bakat peserta. Oleh sebab itu, bantuan peralatan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan minat dan kebutuhan di wilayah masing-masing. Pelatihan-pelatihan kekinian seperti content creator juga dinilai sangat positif dan perlu terus didorong keberlanjutannya.
Atas nama Pemerintah Daerah Lombok Timur, Bupati menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada para peserta yang telah menerima bantuan peralatan. Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal. Bupati Haerul juga mengingatkan para peserta untuk tidak ragu datang kembali memperdalam ilmu jika membutuhkan pemantapan materi agar semakin percaya diri.
Terakhir, Bupati berharap komunikasi Dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemda melalui Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur dapat senantiasa terjaga.
Perwakilan BPVP Lombok Timur Haeruziyat, menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN ke sejumlah lembaga pelatihan untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 31 ribu orang. Fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, bukan sekadar minat pribadi, sehingga lulusan pelatihan siap kerja maupun berwirausaha.
Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan, di mana LLK Selong menerima alokasi pelatihan bagi 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch (gelombang). Selain mendapatkan ilmu dari para instruktur, para peserta juga difasilitasi dengan peralatan penunjang usaha.
Haeruziyat mengimbau para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh demi membuka peluang karier sekaligus memberi ruang bagi calon peserta di gelombang berikutnya.
Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati tersebut dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati. Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT secara simbolis kepada perwakilan penerima, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.
Turut hadir Asisten, Staf ahli, OPD, perwakilan BPVP, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). Hadir pula para instruktur dan para alumni pelatihan.
