Dorong Kesejahteraan Nelayan Ekas
- Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:45:52 WIB
Selong, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Ketiganya di terima di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas, Kecamatan Jerowaru, Jumat (31/7).
Setibanya, Menko Pangan beserta rombongan langsung menyapa para nelayan setempat. Kunjungan kerja bersama ini dilakukan untuk menegaskan komitmen kuat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengangkat derajat serta kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan di seluruh pelosok Indonesia.
Dalam arahannya, Menko Pangan menyayangkan kondisi nelayan di Ekas yang selama ini dinilai sangat rajin, tetapi kerap dirugikan oleh permainan harga tengkulak. Tanpa sarana pendingin yang memadai, nelayan terpaksa menjual hasil tangkapannya dengan harga murah agar ikan tidak cepat busuk. Hal ini membuat nelayan terus terlilit utang dan kalah bersaing dengan nelayan asing dari Vietnam, Thailand, maupun Tiongkok.
“Kita ingin memutus pola lama ini. Nelayan kita harus senang, makmur, dan terhormat di negerinya sendiri. Jika pemerintah tidak hadir dan peduli, maka yang makmur justru nelayan asing, sementara kawasan pantai kita dikuasai mereka,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah akan meluncurkan KNMP yang dijadwalkan beroperasi mulai Desember mendatang.
Selain pabrik es dan gudang beku (cold storage) KNMP juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti: bale atau tempat lelang ikan terintegrasi, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), bengkel kapal, tambatan perahu, kios, warung/kafe, hingga area budidaya lele, "Dan akan diberikan 40 kapal untuk nelayan KNMP," ungkapnya. "Prabowo ingin bangun desa, bangun petani, peternak, nelayan, supaya Indonesia menjadi berdaya," tambahnya yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat setempat.
Nantinya, hasil tangkapan nelayan akan diserap langsung melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian rantai distribusi terjamin dan tidak dimainkan oleh tengkulak.
Sementara guna membebaskan nelayan dari jerat utang, perbankan nasional seperti BRI dan BUMD seperti Bank NTB Syariah siap menyalurkan kredit pembiayaan dengan bunga rendah sebesar 8 persen mulai September mendatang.
Selain permodalan usaha, Koperasi KNMP juga dipercaya menjadi agen penyalur bantuan sosial pemerintah, meliputi: bantuan beras 10 kg untuk masyarakat desil 1 sampai 4, penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga distribusi gas elpiji bersubsidi.
Lebih lanjut, Menko Pangan menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo agar harga bahan pokok tidak boleh melonjak. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk rutin menggelar Pasar Murah. "Bupati dan jajaran harus sering menggelar Pasar Murah, terutama untuk komoditas beras dan gula," tegasnya.
Selain berfokus pada sektor ekonomi, isu lingkungan turut menjadi perhatian. Menko Pangan mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah secara tuntas melalui pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat desa, sesuai dengan Peraturan Gubernur setempat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa beras, minyak goreng, dan santunan oleh Menko Pangan bersama Menteri KP, Mendes PDT, Gubernur, Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati, dan Ketua Koperasi KNMP.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif antara jajaran menteri, kepala daerah, dan nelayan setempat guna menyerap aspirasi dan mendengarkan kebutuhan lapangan secara langsung.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri pulang oleh Anggota DPR RI, Bupati Bima, serta jajaran OPD terkait.
