KEBERADAAN BALE MEDIASI DI DESA SANGAT DIBUTUHKAN

KEBERADAAN BALE MEDIASI DI DESA SANGAT DIBUTUHKAN

 

Selong. Keberadaan Bale Mediasi di Lombok Timur saat ini mendapat respon yang baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya laporan yang masuk ke Bale Mediasi Lombok Timur untuk dilakukan mediasi. Tidak sedikit dari laporan yang masuk ke Bale Mediasi mampu diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Ketua Bale Mediasi Lombok Timur H. As’ad berharap bale Mediasi mampu menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap penyelesaian konflik di tengah masyarakat. Selain itu, ia juga mendorong keberadaan Bale Mediasi tidak hanya di tingkat Kabupaten, melainkan ke tingkat Desa, agar mampu menekan potensi konflik. Diakuinya. Pemerintah Desa yang sudah memiliki Bale Mediasi sendiri yakni Desa Denggen Timur dan sudah diresmikan beberapa waktu lalu.

Terdapat beberapa perbedaan Lembaga Struktural Formal dengan Bale Mediasi, diantaranya pemutusan konflik yang lebih cepat/ maksimal pemutusan satu bulan. Selain itu biaya yang dkeluarkan relatif murah berkisar 300 ribu hingga 500 ribu, biaya disesuaikan dengan jumlah pemohon dan termohon.

Berdasarkan laporan yang masuk dari Januari hingga 26 Oktober berjumlah 46 kasus,  11 diantaranya sudah diselesaikan. Ia menegaskan jika tidak semua mampu diselesaikan di Bale Mediasi seperti konflik mayarakat dengan Pemerintah Daerah mengenai pembebasan lahan.