Sinergi Lintas Sektor Sukseskan Program Pemerintah

Sinergi Lintas Sektor Sukseskan Program Pemerintah

Selong , Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Lombok Timur Hj. Ra'yal Ain Warisin, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor guna menyukseskan berbagai program pemerintah daerah. Menurutnya, apa pun tugas dan program yang dihadapi, akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama-sama. 

Hal itu disampaikannya pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara TP. PKK dengan Kepala OPD dan LSM tentang sinergi dukungan program kegiatan pokja I, II, III dan IV TP. PKK, Jumat (3/7).

Mengingat adanya keterbatasan anggaran, langkah kolaborasi menurut Ketua TP. PKK menjadi keharusan untuk mengawal keberhasilan program-program pemerintah. 

Ketua TP. PKK memaparkan langkah konkret PKK dalam mengatasi berbagai persoalan mendasar, seperti masalah sanitasi dan kesehatan. Dijelaskannya, untuk menuntaskan masalah sanitasi, PKK mengoptimalkannya melalui Pokja yang membidangi edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta kelestarian lingkungan. Sementara Pokja kesehatan diintegrasikan melalui layanan Posyandu. Ia mengungkapkan akan ada 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersinergi dan bergabung di Posyandu. Hal tersebut membutuhkan adanya kerja sama formal.

“Kita ingin membangun kerja sama agar ada payung hukumnya yang jelas dalam mengimplementasikan program di lapangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ra'yal Ain juga menyoroti dua isu sosial yang menjadi perhatian serius Lombok Timur, yaitu stunting dan pernikahan usia dini. Ia menegaskan bahwa kedua masalah ini saling berkaitan erat dan berada dalam satu jalur sebab-akibat. Pernikahan anak sering dipicu oleh faktor ekonomi, salah satunya ketika orang tua harus bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) sehingga pengawasan terhadap anak menjadi longgar karena dititipkan di keluarga yang lain.

Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya terjalin dengan instansi pemerintah, tetapi juga meluas hingga ke lembaga non-pemerintah.

“Mudah-mudah dengan adanya kerja sama antara PKK, OPD, dan pihak LSM ini, kita dapat saling bersinergi. Mari kita bulatkan niat dan tekad untuk membuktikan bahwa kita bisa berbuat lebih, demi menyukseskan seluruh program pembangunan pemerintah daerah,” tutupnya.

Senada, Kepala Bappeda Achmad Dewanto yang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan apresiasi atas inisiatif TP. PKK Lombok Timur. Ia berharap momentum ini membawa manfaat bagi kemajuan daerah. Menurutnya pemberdayaan kemitraan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika daerah saat ini, terutama terkait keterbatasan anggaran.

"Kerja sama ini menjadi sangat penting karena daerah kita saat ini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Di tengah kondisi anggaran yang sedang diefisiensi, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling memperkuat antara satu instansi dengan instansi yang lain," jelasnya.

Ia juga menyambut baik peran serta lembaga non-pemerintah yang telah lama bergerak di akar rumput. Terkait upaya LSM dalam menguatkan kelompok-kelompok masyarakat, ia menyebutkan bahwa hal tersebut sebenarnya sudah berjalan selama delapan hingga sembilan tahun terakhir. Keterlibatan TP. PKK dinilainya juga sangat penting mengingat luasnya jaringan yang dimiliki organisasi tersebut hingga ke tingkat dasa.

LSM yang diwakili Direktur LPSDM NTB Ririn Hayudiani, menyampaikan apresiasi atas ruang kolaborasi yang dibuka secara luas oleh pemerintah daerah, khususnya TP. PKK Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategi yang harus terus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan. “Melalui penandatanganan kerja sama antara LSM dan OPD ini, kita bersama-sama menyatukan potensi untuk mewujudkan capaian target Smart Lombok Timur,” tambahnya.

Ririn memaparkan bahwa fokus utama dari kolaborasi ini adalah menyentuh akar rumput melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ia optimis bahwa penanganan isu-isu sosial seperti stunting, pernikahan anak, dan kemiskinan, jika dilakukan secara gotong royong, akan membuahkan hasil yang signifikan. Model kerja sama ini diharapkan menginspirasi wilayah lain.

Acara yang digelar di Pendopo Bupati tersebut fokus pada sinergi dukungan program dan kegiatan di bawah masing-masing Pokja I, II, III, dan IV TP. PKK Lombok Timur dengan sejumlah OPD terkait dan LSM.