Pesan Bupati: Jaga Akhlak Mulia

Pesan Bupati: Jaga Akhlak Mulia

Suralaga, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri acara tasyakuran penamatan santri dan santriwati Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh, Kecamatan Suralaga, Tahun Pelajaran 2025/2026, Rabu (20/5).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema “Membentuk Generasi Sukses di Era Globalisasi, Cerdas Spiritual dan Cerdas Sosial.” Acara dihadiri para tuan guru, dewan guru, wali murid, serta ratusan santri dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tuan guru dan wali murid, untuk bersama-sama mendoakan Lombok Timur agar tetap damai, aman, dan tenteram.

“Kita ingin membangun Lombok Timur yang damai, masyarakatnya bekerja dengan baik, hidup tenteram dan aman,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan mengusulkan pendirian Sekolah Garuda ke Kementerian Pendidikan. Ia pun mengaku bangga atas keberadaan Pondok Pesantren Darul Iman Wattaqwa yang dinilai telah membantu pemerintah dalam memberikan pendidikan dan pembinaan moral kepada masyarakat.

“Kalau tidak ada pondok pesantren, tentu akan sangat berat bagi pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran pondok pesantren sangat membantu dan kami sangat bersyukur,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati mempersilakan pengurus yayasan untuk mengajukan proposal bantuan hibah guna pembangunan ruang kelas tambahan yang saat ini sedang berjalan.

“Silakan pengurus yayasan buat proposal, nanti kami bantu dana hibah untuk pembangunan ruang kelas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para santri dan santriwati agar senantiasa menjaga akhlakul karimah dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Umum YPP Darul Iman Wattaqwa NW Hariadi. Ia berpesan kepada para santri agar tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati guru agar memperoleh keberkahan ilmu.

“Jangan pernah bosan belajar, karena belajar itu wajib dari lahir sampai meninggal dunia. Hormati guru-guru kita agar ilmu yang didapat menjadi berkah,” katanya.

Adapun jumlah santri yang tamat tahun ini sebanyak 131 orang, terdiri dari TK 41 orang, Madrasah Ibtidaiyah 16 orang, MTs 49 orang, dan Madrasah Aliyah 25 orang.