Tingkatkan Konsumsi Garam Lokal

Tingkatkan Konsumsi Garam Lokal

Selong, Lombok Timur menjadi salah satu target fokus industrialisasi garam NTB. Istilah sentral garam pun sudah digencarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Konsekuensinya ASN di masing-masing kabupaten diimbau membeli garam lokal.

Tidak hanya ASN, untuk Lombok Timur Bupati Sukiman Azmy juga mengikutsertakan camat dan kades untuk membeli garam yang diproduksi produksi lokal Lombok Timur. Upaya itu juga bertujuan mengatasi keluhan para petani garam, mengingat harga jual garam yang terbilang sangat rendah, yakni Rp. 30 ribu hingga Rp. 35 ribu per-20 kg.  Apalagi mengingat kualitas garam produksi lokal yang tidak kalah dengan garam dari daerah lain. “Sebenarnya,” kata Bupati, “kualitas garam di kabupaten Lombok Timur tidak kalah saing dengan kualitas yang ada di supermarket,” lanjut.

Di hadapan peserta Peningkatan Kapasitas Koperasi Garam Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) yang berlangsung Kamis (23/9) Bupati menyayangkan garam produksi rakyat masih  lebih banyak tersimpan dalam gudang para penambak garam. Karena itu Bupati Sukiman berharap kepada Direktur Jasa Kelautan, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pihak provinsi agar memfasilitasi setiap penambak garam yang ada di kabupaten Lombok Timur.

Bupati juga memerintahkan OPD terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UKM dapat bersinergi sehingga dapat mengubah nasib dan meningkatkan perekonomian petambak garam.

Direktur Jasa Kelautan, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Miftahul Huda sepakat bahwa usaha garam dapat memajukan perekonomian masyarakat “Bisnis pergaraman akan dapat memajukan perekonomian pada lokasi-lokasi sentral garam,” ungkapnya.  Menurutnya ketika Koperasi yang memiliki andil dalam perekonomian masyarakat mendukung petani garam melalui kerja sama dengan pabrik garam, maka nilai jual garam akan naik. Sehingga akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, terutama kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan tersebut diikuti Pengurus Koperasi kabupaten Lombok Timur.