UNIVERSITAS HAMZANWADI LUNCURKAN KULIAH WIRAUSAHA

UNIVERSITAS HAMZANWADI LUNCURKAN KULIAH WIRAUSAHA

 

Selong.  Sebagai salah satu komitmen mewujudkan kampus merdeka, Universitas Hamzanwadi Selong luncurkan perkuliahan Kewirausahaan berbasis Start-up. Melalui mata kuliah kewirausahaan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman dalam mempromosikan produk yang dimiliki.

Untuk itu Pusat Inovasi Dan Inkubator Bisnis Universitas Hamzanwadi mengadakan Grand Launching Day 99 Aplikasi Start-Up, sebagai kegiatan akhir kuliah kewirausahaan lintas prodi berorientasi start-up. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat keadaan covid-19, GLD tahun ini diselenggarakan melalui Daring dan Luring.

Wakil Rektor Universitas Hamzanwadi Khirjan Nahdi mengakui sebelumnya Kampus Universitas Hamzanwadi sudah menawarkan mata kuliah kewirausahaan, namun hanya sebatas pola dan tidak berorientasi pada produktivitas. Melalui kehadiran mata kuliah kewirausahaan yang berorientasi pada start-up ini mampu menghasilkan produk.

Mahasiswa tidak hanya dibebankan pada teori ketika berada di dalam kelas, akan tetapi mahasisiwa akan dituntut menciptakan produk sesuai kreatifitas di bidang usaha. Hal ini selaras dengan tujuan Dirjen Perguruan Tinggi untuk menciptakan kampus merdeka. Salah satu pola yang harus ada ialah kewirausahaan berbasis start-up, seperti yang dilakukan Universitas Hamzanwadi.

Pada kegiatan Pra-GLD yang diselenggarakan dengan Daring. Kelompok mahasiswa kuliah akan membuat channel youtube yang akan digunakan untuk melakukan promosi produk yang menjadi ide bisnis digital start-up mereka. Penilaian didasarkan pada jumlah viewer, like dan comment. Sementara puncak gld akan diselenggarakan secara Luring. Masing-masing kelompok harus mempresentasikan produk aplikasi mereka di depan tiga penguji.

Melalui dua tahapan ujian semester kuliah kewirausahaan lintas prodi berorientasi start-up ini/ mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman dalam mempromosikan produk yang dimiliki baik terhadap segmentasi pasar secara umum maupun di depan investor. Sehingga mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini memiliki wawasan yang komprehensif baik konspetual maupun maupun kontekstual.ZF