Serapan Anggaran Lotim ke-4 Tertinggi se-Indonesia

Serapan Anggaran Lotim ke-4 Tertinggi se-Indonesia

Selong- Serapan anggaran Kabupaten Lombok Timur tertinggi ke-4 di antara seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Pandemi covid-19 tidak mengganggu serapan dan anggaran Lombok Timur. Meski demikian Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menekankan agar di tahun-tahun mendatang serapan anggaran dapat mencapai di atas 95 persen., termasuk untuk fisik.

Penekanan tersebut disampaikan Bupati Sukiman pada rapat evaluasi pelaksanaan APBD Lombok Timur Tahun Anggaran 2020 yang berlangsung Senin (21/12). Di hadapan seluruh pimpinan OPD Bupati menekankan agar selurub OPD bekerja seoptimal mungkin melalui inovasi dan jemput bola.

Memberikan apresiasi terhadap capaian OPD yang telah melampaui targetnya seperti RSUD dr. Raden Soejono Selong (115%), Koperasi dan UKM (158%), serta Dinas Kominfo dan Persandian (110%), Bupati mengaku kecewa terhadap kinerja sejumlah OPD yang bahkan masih berada di bawah 50% seperti Dinas Pertanian, PUPR, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bupati menyayangkan pula kegagalan OPD menarik dana pusat untuk kepentingan masyarakat.

Pada tahun 2021 mendatang diharapkan OPD dapat bergerak secara progresif dengan mempersiapkan pelaksanaan anggaran 2021 secepat mungkin. Dengan demikian pada Januari proses lelang sudah dapat dilaksanakan. Bupati menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanakan setiap kegiatan.

Bupati Sukiman juga mengingatkan agar bangunan (fisik) yang sudah rampung segera dimanfaatkan tanpa menunggu peresmian. Hal tersebut untuk mempercepat dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu Bupati mengingatkan dengan tegas agar para pejabat yang memiliki kewajiban melaporkan hasil kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN), sebagai bagian dari tanggung jawab, segera menyelesaikan laporannya. Bupati memberikan tenggat waktu hingga akhir Januari 2021 mendatang.

Bupati juga kembali mengingatkan agar pimpinan OPD mengingatkan jajarannya untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan dan menerapkan 3M guna menekan penyebaran covid-19. Bupati menilai masyarakat sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan padahal potensi penyebaran covid-19 masih ada. Pengabaian protokol kesehatan berdampak terhadap peningkatan kasus covid-19.