Sekda Lotim Launching ACTION

Sekda Lotim Launching ACTION

SELONG, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan sinergi semua pihak dalam menghadapi pandemi covid-19 mutlak dibutuhkan. Hal tersebut disampaikan pada kegiatan launching proyek the Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION) yang berlangsung Rabu (18/11). Karenanya ia menyambut baik proyek tersebut di mana Lombok Timur menjadi salah satu daerah lokasi kegiatan ini selain Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Makassar. Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena dinilai memiliki beban kasus yang meningkat dan secara signifikan terkena dampak pandemi. Alasan lainnya adalah  penduduk yang padat, angka kemiskinan yang tinggi, kekerasan terhadapperempuan yang meningkat selama masa pandemi COVID-19 serta jumlahkelompok rentan yang banyak. Karenanya membutuhkan intervensi untuk pengurangan risiko penularan COVID-19 dan pemulihan sosial dan  ekonomi.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan dan solidaritas masyarakat miskin dan marjinal terkait dampak pandemi covid-19 ini dibuka Sekda Lombok Timur yang ditandai pemukulan gendang belek dan disaksikan seluruh peserta kegiatan. Di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kegiatan ini diikuti pula staf khusus Bupati bidang kesehatan dan staf khusus Bupati bidang Budaya, serta OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, DP3AKB, serta Dinas Koperasi dan UKM.

Proyek yang akan berlangsung selama 24 bulan ini (berakhir pada tahun 2022) menargetkan komunitas marjinal dan dengan risiko tinggi di desa dan perkotaan dalam dua fase. Fase pertama berfokus dalam kesehatan, air, dan sistem sanitasi. Fase kedua menindaklanjuti perbaikan ekonomi dan kondisi sosial.

ACTION sebagai sebuah proyek mendukung kebutuhan fasilitas perawatan kesehatan, layanan kesehatan mental,   sistem air dan sanitasi, inisiatif pertanian, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan penggalangan dana, asesmen bantuan keuangan   dan  kampanye  publik  untuk  meningkatkan  kesadaran  masyarakat. Proyek yang digawangi konsorsium dengan Hivos yang bermitra dengan SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET juga akan mendukung pemerintah di semua lini untuk menangani dampak pandemi  dan   respon   terhadap   kebutuhan darurat dengan pendekatan   multisektoral.

Peluncuran proyek yang berlangsung secara virtual melalui zoom meeting ini dihadiri duta besar Uni Eropa untuk Indonesia dan dihadiri pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Youth Interfaith Forum on Sexuality, organisasi masyarakat sipil, Puskesmas, jugasektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).