JELANG HARI RAYA, SATGAS AKAN UJI COBA PEMBUKAAN MASJID

JELANG HARI RAYA, SATGAS AKAN UJI COBA PEMBUKAAN MASJID

Menyikapi aspirasi masyarakat terkait keputusan pemerintah dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H, Ahad 24 Mei nanti, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lombok Timur menggelar rapat koordinasi, di Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 18 mei 2020. hadir pula dalam rapat tersebut, ketua MUI Lombok Timur dan Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Timur.

Dalam rakor tersebut ketua satuan gugus tugas penanganan covid-19 Lombok Timur, H. M.  Sukiman Azmy menyampaikan sejumlah langkah, sebelum akhirnya memutuskan untuk melaksanakan Shalat Ied di Masjid maupun lapangan secara berjamaah. Iapun merujuk pada kondisi Lombok Limur saat ini, yang menunjukkan perkembangan positif dalam penanganan covid-19,

Seperti yang diketahui, pasien positif covid-19 di Lombok Timur, dari total 39 kasus terkonfirmasi positif, saat ini tinggal menyisakan dua orang yang sedang mendapat perawatan, sementara 36 pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. kondisi ini pun membuat pemda memiliki opsi untuk membuka kembali tempat ibadah seperti masjid, ketika pelaksanaan shalat idul fitri 1441 hijriyah nanti.

Meski demikian, ditekankan sejumlah langkah dan proses harus dilewati terlebih dahulu. langkah pertama ialah melakukan operasi perbatasan yang dimulai pada Senin Sore 18 Mei di dua titik perbatasan di Lombok Timur, yakni Desa Sukaraja Dan Desa Jenggik. disini satgas akan melihat dan melakukan tes kesehatan bagi para pendatang dari luar daerah. 

Selanjutnya pada hari rabu dan kamis, satgas akan melakukan Rapid Test berbasis pasar di 10 pasar besar di Lombok Timur. jika hasil Rapid Tes menunjukkan yang baik, maka akan dilaksanakan Rapid Test Berbasis Masjid pada jumat esok. satgas penanganan covid-19 Lombok Timur, pada jumat 22 mei akan melakukan Uji Coba Pembukaan Masjid untuk shalat jumat. masjid yang dibuka ialah Masjid Jamiq di masing-masing Desa, Kecamatan dan Kabupaten. total sebanyak 276 masjid akan dibuka dari seribu lebih masjid di Lombok Timur. pada pembukaan masjid ini, satgas melalui Dinas Kesehatan, akan menurunkan petugas dan memanfaatkan remaja masjid serta petugas setempat, untuk melakukan cek kesehatan. adapun masyarakat yang memiliki ciri terpapar covid-19 akan langsung dirapid tes di Puskesmas setempat.

Hasil dari tiga proses yang dilakukan pemda inilah yang kemudian menjadi tolok ukur, akankah Hari Raya Idul Fitri bisa dilakukan di Masjid Dan Lapangan atau justru harus dilakukan di kediaman masing-masing.

Selain pembukaan Masjid, dalam rakor ini Bupati menyampaikan sejumlah hal terkait penanganan covid-19 di lombok timur. diantaranya adalah penutupan toko-toko besar yang berpotensi mengundang keramaian mulai senin sore, pukul 18 waktu indonesia tengah. Bupati menegaskan sudah menyurati masing-masing pemilik toko dimaksud.

Ditegaskan jika Satgas Covid-19 tidak serta merta memutuskan kebijakan terkait kembali dibukanya tempat ibadah seperti Masjid. keputusan tersebut harus melewati kajian dan pertimbangan yang sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.