Berakhirnya Masa Karantina Pondok Pesantren AL-Gontory

Berakhirnya Masa Karantina Pondok Pesantren AL-Gontory

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik mengungkapkan kebahagiaannya atas berakhirnya karantina/ isolasi atas Pondo Pesantren Al-Gotory, Aik Nyambuk, Aikmel. Hal ini menunjukkan kepada semua pihak bahwa Gugus Tugas Kabupaten Lombok Timur berhasil melewati fase pertama percepatan penanganan Covid-19.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

ia menyebut tonggak lainnya adalah ketika jumlah pasien sembuh jauh lebih banyak dibanding pasien yang masih dalam perawatan.Juaini menyebutkan Lombok Timur dari segi statistik merupakan capaian yang sangat bagus. Tidak saja paling cepat menyebuhkan tapi juga tepat penanganannya dan patuh terhadap Pemerintah yang lebih tinggi.

Cepat, tepat, dan patuh, menurut Sekretaris Gugus Tugas yang sekaligus Sekretaris Daerah Lombok Timur menjadi kuncinya. ia juga menyampaikan terimakasih atas kepatuhan santri dan pengurus Pondok Pesantren selama masa karantina sehingga karantina ini sukses.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Selain kepada pengurus dan santri, Sekda juga menyampaikan terimakasih kepada tim gerak cepat Puskesmas Aikmel, Camat dan Kepala Desa Aikmel, serta semua pihak yang terlibat dalam proses ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur dr. Hasbi Santoso mengingatkan pentingnya penggunaan masker. Kendati telah sembuh penggunaan masker ditekankan Hasbi sebagai kebiasaan baru dalam kehidupan manusia normal ke depan. Penggunaan masker dapat mencegah penularan virus hingga 95 persen. Kebiasaan ini juga harus didukung dengan kebiasaan cuci tangan dengan sabun, serta menghindari kerumunan.

Jumlah orang yang diisolasi di Pondok pesantren ini yaitu 129 orang warga pondok, 3 orang juru masak, dan 2 orang terduga kontak. Isolasi berlangsung selama 4 X 14 hari. Seluruhnya telah melalui 2 kali rapid test dengan hasil negatif. Selama karantina seluruhnya mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19.

Para santri dan warga Pondok pesantren mendapat sertifikat yang membuktikan bahwa mereka telah menjalani isolasi dan dua kali rapid test dengan hasil negatif. Dengan demikian mereka diperbolehkan pulang ke keluarga masing-masing dan bersosialisasi, dengan catatan tetap melaksankan protokol pencegahan seperti mengenakan masker dan cuci tangan dengan sabun, serta menghindari kerumunan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Camat dan Kepala Desa Aikmel, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Lombok Timur.

Selain kabar baik dari Ponpes Al-Gontory Aik Nyambuk Aikmel, hari ini 45 orang PDP yang dikarantina di Rusunawa Labuhan Lombok juga telah selesai dalam pengawasan dan dinyatakan sehat. Tidak itu saja, tiga orang pasien positif asal Lombok Timur juga dinyatakan sembuh, yaitu:
1. Pasien nomor 57, an. DH, (perempuan, 26 tahun), penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru.
2. Pasien nomor 59, an. S, (perempuan, 48 tahun), penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru
3. Pasien nomor 60, an. IH, (laki-laki, 45 tahun), penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji.

Tetap waspada sebab masih ada penambahan 6 orang pasien dalam pengawasan. Masker dan cuci tangan jangan ditinggalkan. hindari kerumunan atau bepergian ke daerah yang terdapat kasus positif.

(protokol dan komunikasi pimpinan setda LOTIM)