MTs N 1 Lotim Wakili NTB Lomba Sekolah Sehat Tk. Nasional

MTs N 1 Lotim Wakili NTB Lomba Sekolah Sehat Tk. Nasional

 

SELONG, MTs Negeri 1 Lombok Timur mewakiliProvinsi NTB dalam Lomba Sekolah Sehat Nasional, Tingkat SLTP sederajat.Penetapan sekolah ini melalui seleksi bertingkat mulai dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi pada tahun 2018 lalu. Penilaian tingkat nasional dilaksanakan Selasa (23/07). Tim Penilaiditerimadi Aula MTs Negeri 1 Lombok Timur dan dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur,  Kabiro Kesra Provinsi NTB, Forkopimda, Kepala Kantor Kementrian Agama Lombok Timur,  Camat Sukamulia, dan guru serta pengurus sekolah ini.

Sekretaris Daerah Drs. H. Rohman Farly dalam penerimaanya menyampaikan Lombok Timur bangga mewakili Propinsi Nusa Tenggara Barat. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman demi peningkatan kualitas lingkungan sekolah. Hal ini mengingat lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan hidup yang tidak dapat diabaikan. Terlebih sekolah menjadi tempat untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.

Rohman menambahkan lomba sekolah sehat mendorong sekolah maupun masyarakat untuk berusaha mewujudka nsekolah yang sehat, sekaligus membangun kebiasaan-kebiasaans ehat di lingkungan sekolah. Lomba ini juga menjad ievaluasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan seperti Usaha Kesehatan Sekolah(UKS) yang mencakup kesehatan siswa, guru maupun lingkungans ekitarnya.

Sekda juga menyampaikan bahwa pemerintah Lombok Timur memberikan perhatian untuk keberlangsungan lingkungan. Dalam RPJMD 2018-2023 ditargetkan peningkatan jumlah pengelolaan sampah berbasis masyarakat pada tahun 2019 sekitar 32 persen, dan sampai 2023 ditargetkan mencapai 90 persen. Upaya ini membutuhkan peran serta dan dukungan masyarakat. Upaya ini dapat dimulai dari keluarga dan sekolah sebagai lingkungan dominan bagi siswa.

Rohman berharap ajang ini tidak semata tentang prestasi tapi lebih dalam lagi memberikan motivasi kepada sekolah untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan kesehatan lingkungan sekolah. Selain itu agar murid-murid dapat bertindak sebagai agen perubahan hidup bersih dan sehat bagi lingkungan terdekatnya.

Sementara itu Ketua Tim. Penilai Surip,M.Pd menyampaikan bahwa lomba Sekolah Sehat dimaksudkan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari sekolah. Dijelaskanya, pada penilaian Sekolah Sehat tahun ini, beberapa keriteria penilaian, antara lain sekolah dengan kinerja terbaik (Best Performence),  bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana yang harus dilengkapi sesuai standar yang diperlukan juga sejauh mana sekolah melaksanakan dan memprogramkan UKS yang kemudian dilaksanakan para siswa dalam kehidupan sehari-hari di samping prilaku siswa dengan adanya penerapan program UKS di Sekolah.

Lomba Sekolah Sehat tahun 2019 ini diikuti 25 Provinsi, 53 Kabupaten, 27 kota terdiri dari 21 TK, 24 SD, 25 SMP dan 24 SMA se-Indonesia.