Bupati Uji Hafalan Qur’an Santri

Bupati Uji Hafalan Qur’an Santri

Selong- Melanjutkan silaturrahmi dengan masyarakat di Bulan Rabiul Awal ini,  Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, Senin (24/10) disambut tokoh agama, tokoh masyarakat, segenap pengurus dan santri Yayasan Darul Azkiya Aik Mening Desa Sukadana, Kecamatan Terara di gedung SMPIT Darul Azkiya Aik Mening.  Acara disemarakkan lantunan lagu-lagu religi, lantunan Surah Al Ahzab dan pembawa acara yang berbahasa Arab, Inggris dan Bahasa Indonesia.

Dalam acara yang bertema Maulid Nabi Besar Muhammad SAW itu, penyelenggara melakukan uji publik atas kemampuan sejumlah santri yang telah mengikuti program tahfizul qur’an. Mula-mula empat orang santri diuji oleh pembimbingnya sendiri Ustazah Mila Sari yang membacakan ayat kemudian dilanjutkan oleh santri. Yang diuji, para hafiz/hafizah tersebut, diminta melanjutkan bacaan, kemudian menyebutkan halaman dan posisi ayat tanpa melihat teks.

Awalnya Bupati yang saat itu duduk bersama Pimpinan Ponpes Al Amin Madura TGH. Ibnu Kholil dan tokoh agama lainnya hanya menyimak dengan khusuk bacaan para hafiz/ hafizah. Selanjutnya Bupati dipersilakan ikut menguji hafalan para santri. Selaku hafiz, Bupati sempat memberikan catatan atas hafalan santri yang diuji. Sebelum menyampaikan sambutan, Bupati diminta menyerahkan piagam bagi para hafiz/hafizah yang masing-masing didampingi orang tuanya.

Ketika menyampaikan sambutan, Bupati Sukiman menyatakan kebanggaannya atas kemampuan para santri, dan mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah. Sebab di sekolah swasta bernuansa agama, anak-anak tidak sekadar mendapat pengetahuan umum, tetapi juga memperoleh ilmu untuk kepentingan dunia sekaligus akhirat serta untuk membentuk akhlaknya.

Bupati juga meminta para orang tua untuk tidak merisaukan masa depan anaknya karena bersekolah di sekolah swasta, karena setelah era reformasi siswa atau santri yang berprestasi menghafal Qur’an dapat mengakses berbagai Perguruan Tinggi, seperti AKPOL, AKMIL maupun perguruan tinggi lainnya. ”Sayapun dulu sekolah di Madrasah”, ujarnya. Bahkan, ditambahkannya, bila mampu menghafal 10, 20 sampai 30 juz dapat masuk ke perguruan tinggi mana saja yang mereka inginkan.

Dulu sekolah swasta dianggap sebagai lembaga pendidikan “kelas dua” tetapi sekarang sudah banyak prestasi yang diraih sekolah sekolah bernuansa agama, seperti Madrasah Aliyah di Lombok Timur yang meraih prestasi Nasional bahkan mendunia. Dulu juga, kenang Bupati, Pemerintah tidak dapat memberikan bantuan kepada sekolah swasta, tetapi sekarang ini sudah bisa sehingga Pemda melalui APBD kabupaten Tahun 2023 akan menganggarkan bantuan untuk lembaga tersebut.  

Bupati juga meminta agar para pembimbing dan orang tua terus mengawasi, karena apa yang akan diraih di masa depan oleh anak-anak tergantung yang dilakukan hari ini. Kalau sekarang malas maka di masa depan akan menjadi bodoh, namun kalau saat ini rajin maka di masa yang akan datang akan menjadi orang pintar, pesannya kepada anak-anak.