Isbat Nikah Lengkapi Dokumen Kependudukan

Isbat Nikah Lengkapi Dokumen Kependudukan

Selong, Setelah tahun 2021 lalu memfasilitasi isbat nikah bagi lebih dari seribu pasangan di seluruh wilayah Lombok Timur, tahun 2022 ini ditargetkan dapat melampaui jumlah tersebut. Hal tersebut diungkap Bupati Lombok H.M. Sukiman Azmy usai menyaksikan proses isbat nikah 171 pasangan di Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Mencapai target tersebut Bupati meminta masyarakat yang pernikahannya belum tercatat secara kenegaraan diminta mendaftarkan diri di desa masing-masing. Pemerintah desa akan menjembatani dengan desa bersangkutan. Bupati Sukiman mengakui masih banyak masyarakat Lombok Timur yang pernikahannya belum tercatat. Karena itu ia berharap dukungan dari Pengadilan Agama Selong agar persoalan tersebut dapat dituntaskan.

Sampai awal pertengahan bulan Juni saja jumlah yang sudah mengikuti isbat nikah mencapai tak kurang dari 600 pasangan. Sebelum pelaksanaan isbat nikah di desa Labuhan Lombok yang berlangsung Jumat (17/6) kegiatan serupa sudah dilakukan di Sembalun Bumbung (Sembalun), Aikdewa (Pringgasela), dan Maringkik (Keruak).

Sementara itu Kanwil Kemenag NTB K.H Zaidi Abdad yang membuka kegiatan isbat nikah yang berlangsung di Kantor Desa Labuhan Lombok tersebut mengingatkan pentingnya kepemilikan dokumen pernikahan sebagai perlindungan hukum bagi setiap warga. Ia juga menyosialisasikan program five in one atau pemberian lima jenis dokumen dalam setiap satu peristiwa pernikahan. Selain kartu dan buku nikah, setiap pasangan juga akan mendapatkan KTP baru, kartu keluarga (KK), dan buku pedoman keluarga sakinah. Dijelaskannya sedianya masih ada satu lagi kartu yang akan diberikan yaitu Kartu Kerja, akan tetapi ini hanya berlaku bagi masyarakat yang terdaftar dalam program keluarga harapan (PKH).

Ia berharap adanya sinergi dalam pelaksanaan program tersebut hingga di tingkat kabupatem dam desa sehingga dapat membantu masyarakat melengkapi dokumen kependudukannya.

Kepala Pengadilan Agama Selong Hj. Mahmudah Hayati sepakat akan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan yang akan membantu masyarakat mengingat dokumen tersebut akan dibutuhan dalam berbagai pelayanan, bahkan mendukung aspek pendidikan hingga ekonomi warga.