Pernyataan Bersama Jaga Kondusifitas

Pernyataan Bersama Jaga Kondusifitas

Selong, Menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Lombok Timur Bupati Lombok Timur, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Pengurus Daerah (PD) NWDI, Ketua MUI Lombok Timur, Ketua Pengurus Cabang  Nahdatul Ulama, Ketua PD NW, Ketua Yayasan Maraqitta`limat, dan Pimpinan Yayasan Assunah Lombok menandatangani Pernyataan Bersama pada Senin (3/1). Pernyataan bersama berisi tujuh poin tersebut ditandatangani usai pembahasan upaya pencegahan munculnya tindakan-tindakan intoleran di daerah ini.

Bupati H.M. Sukiman Azmy membuka pertemuan yang berlangsung Senin (3/1) tersebut dengan menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada persoalan di antara semua organisasi dan kelompok keagamaan di daerah ini. Hanya saja, ia menilai, ada oknum yang menyampaikan tausiah tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW, yang mengarah pada ujaran kebencian. Kasus tersebut kini tengah ditangani Polda NTB, terang Bupati. Di sisi lain ia berharap masyarakat juga tidak gampang terprovokasi dan menyerahkan pada mekanisme hukum.

Tujuh poin pernyataan bersama tersebut salah satunya memuat pernyataan untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pendirian rumah ibadah, lembaga pendidikan, maupun lembaga yang berkaitan dengan sosial keagamaan, dan menyerahkan penyelesaian melalui jalur hukum apabila terjadi perlanggaran terhadap peraturan perundang-undangan. Termasuk pula di dalamnya ikut berpartisipasi mengawasi , menolak, dan mengutuk tindakaln intoleran , radikalisme, dan terorisme.

Pernyataan bersama tersebut dikunci dengan poin mendukung Pemerintah menciptakan situasi rukun dan damai.

 Penandatanganan pernyataan bersama ini digagas Pemerintah Daerah menyusul kasus penyerangan terhadap markaz jamaah Assunah di Bagik Nyaka oleh sekelompok orang tidak dikenal.