Tokoh Agama Utamakan Persatuan dan Keutuhan

Tokoh Agama Utamakan Persatuan dan Keutuhan

Selong, Lombok Timur merupakan daerah yang kondusif dan damai meskipun terdiri dari banyak kultur dan organisasi. Berbagai aliran tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Seperti itulah gambaran umum Lombok Timur pada periode sebelum tahun 2000 yang disampaikan Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy. Tokoh agama, menurut Bupati, memberikan pengaruh besar terhadap kondusifitas tersebut. Alasan itulah Bupati mengundang tokoh agama dari berbagai organisasi yang ada di daerah ini, membahas sinergisitas untuk mewujudkan kondusifitas demi kemajuan pembangunan.

Bupati berharap tokoh agama dapat menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan serta mengutamakan keutuhan negara kesatuan republik indonesia (NKRI). Bupati meminta masukan dari seluruh tokoh yang hadir untuk mewujudkan kembali Lombok Timur yang kondusif.

Mengakomodasi berbagai masukan dari para tokoh tersebut Bupati berjanji akan mengintesifkan pertemun tokoh-tokoh agama baik untuk bersilaturahmi maupun memperkaya wawasan kebangsaan, sebab beberapa tokoh menilai masih kurangnya pemahaman wawasan kebangsaan para tokoh agama di daerah ini.

Bupati juga berjanji akan menjadwalkan pertemuan khusus antara Pemerintah Daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjernihkan persoalan yang ada. Selain itu ia menilai pentingnya penyelesaian permasalahan langsung di lapangan. Demikian halnya dengan keberadaan regulasi.

Sebelum menutup rapat yang berlangsung di Rupatama I, Senin (22/11) itu Bupati mengingatkan kepada para tokoh yang hadir agar tetap menyerukan pentingnya penerapan protkol kesehatan meskipun kasus covid-19 terus menunjukkan penurunan. Ia kembali menegaskan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan adalah kombinasi cara untuk mencegah penyebaran covid-19.

Ketua Pengadilan Agama selong Hj. Mahmudah Hayati yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengingatkan pula peran seorang pemimpin, termasuk tokoh agama yang disebutnya menjadi penunjuk arah bagi masyarakat. Ia sepakat pentingnya forum silaturahmi para tokoh agama lintas organisasi.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Lombok Timur dan organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), NU, Muhammadiyah, NW, NWDI, Maraqitta`limat, As-Sunnah, Pondok Pesantren Al Bana, Dewan Dakwah Indonesia (DDI), serta tokoh agama berpengaruh lainnya.