Evaluasi Vaksinasi, Lotim Mendapat Apresiasi

Evaluasi Vaksinasi, Lotim Mendapat Apresiasi

Selong, Lombok Timur dalam upaya percepatan vaksinasi berhasil menyelesaikan lebih dari seratus ribu dosis vaksin dalam kurun tiga hari. Karena itu Bupati berencana tetap menggunakan pola yang sama untuk menyelesaikan target vaksinasi minimal 70% warga Lombok Timur. Hal itu diungkap Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Provinsi NTB yang berlangsung secara daring Senin (25/10).

 Bupati menyampaikan bahwa yang menjadi perhatian saat ini adalah ketersediaan vaksin. Dengan vaksin yang mencukupi, Bupati optimis target vaksinasi dapat dituntaskan melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak seperti yang telah ditunjukkan selama ini.

Bupati juga menyebut adanya perbedaan capaian data manual dengan daring akibat perbedaan NIK dan Kartu keluraga, telah coba dipecahkan dengan pelibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang disebar di semua lokasi vaksinasi.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengakui pola yang diterapkan Lombok Timur dalam upaya percepatan vaksinasi patut diapresiasi dan bisa diterapkan di kabupaten/ kota lainnya di  NTB. Wagub juga mengapresiasi kinerja seluruh kepala daerah di NTB untuk tren penurunan kasus covid-19 di daerah ini.

Meskipun terkait transmisi NTB sudah aman, akan tetapi dari sisi vaksinasi NTB saat ini berada di PPKM level 3. Capaian vaksinasi NTB yang mencapai 52,48% tidak didukung cakupan vaksinasi lansia. Ditekankan Wagub vaksinasi lansia dan remaja harus mendapat perhatian. Sehingga diharapkan dalam seminggu ke depan capaian vaksinasi NTB secara umum berada pada level memadai.

Berdasarkan data pemprov NTB cakupan vaksinasi NTB berada pada level sedang, sementara vaksinasi lansia berada pada level terbatas dengan angka 36,35%.

Wagub berjanji Pemerintah provinsi NTB akan mendistribusikan vaksin tidak hanya terpusat di pulau Lombok melainkan juga disebar secara proporsional di pulau Sumbawa. Hal itu mengingat sejumlah kabupaten di pulau Sumbawa masih berada pada level terbatas.

Pada rapat yang dihadiri seluruh kabupaten/ kota serta jajaran Forkopimda tersebut ditekankan pula penggunaan aplikasi `Peduli Lindungi` di berbagai pusat kegiatan masyarakat, seperti pusat perbelanjaan, termasuk di perkantoran.