Apresiasi Duta STQH Lotim

Apresiasi Duta STQH Lotim

Selong, Kabupaten Lombok Timur patut berbangga memiliki hafiz dan hafizah sebagai pemberantas buta aksara Al-Quran. Harapannya, Lombok Timur mampu mempersiapkan bibit-bibit yang menjadi duta berikutnya di tingkat nasional maupun internasional. Hal itu disampaikan Bupati Sukiman Azmy pada acara Penerimaan Kafilah STQH Nasional Lombok Timur pada Ahad (24/10).

“Diantara kafilah provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Bupati Sukiman, “tiga orang perwakilan dari kabupaten Lombok Timur mewakili Nusa Tenggara Barat telah membawa prestasi yang membanggakan bagi kita semua,” lanjutnya pada acara yang berlangsung di Pendopo Bupati.

Hasil tersebut menurut Bupati juga merupakan hasil kerja keras para peserta dan dukungan semua pihak di kabupaten Lombok.

Kepada LPTQ selaku lembaga yang bertanggung jawab dalam pembinaan, Bupati berharap mampu membentuk kader hafiz dan hafizah muda. Dicontohkannya juara 1 penghafal 30 juz asal Sumatera Utara yang baru berusia 12 tahun. Ia juga berpesan agar prestasi yang sudah diperoleh  dapat dipertahankan melalui pembinaan yang semakin membaik.

Pembinaan yang terus meningkat juga diharapkan Bupati dapat diberikan kepada para santri secara umum. Bupati sempat menyinggung sikap para santri pada upacara peringatan hari santri 22 Oktober lalu yang diniliainya sebagai kekurangan atau diistilahkannya dengan ‘kurek', karena banyak diantaranya yang tidak mengikuti upacara secara khidmat atau bermain-main “Bukan fisiknya yang kurek, tetapi hatinya. Ini disebabkan oleh kegagalan kita membina mereka,” ungkapnya.

 Kepada para juara Bupati memberikan penghargaan berupa dana pembinaan. Penghargaan diberikan kepada juara 3 Cabang 30 juz  L. M. Razak Al-Hafizi, dan cabang tilawah dewasa terbaik Putri Yuni Wulandari serta cabang 10 juz tilawah Putri Solfia Alika.

Nusa Tenggara Barat pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI di Maluku Utara menempati posisi ke 9.